Gunung Krakatau

Posted on July 14, 2018
CategoriesGunung, Wisata Alam
Rating
0.0

Sejarah Krakatau

Kepulauan Krakatau (Rakata, Sertung, Panjang) merupakan sisa dari pulau gunung berapi yang disebut Krakatau Purba, mempunyai diameter 11 km dan tinggi 2 km (tercatat pada Javanees Book of Kings) yang diperkirakan meletus dan terpecah menjadi 3 gugusan Pulau pada sekitar Abad VI. Krakatau timbul sebagai gunung berapi yang aktif sampai mencapai ketinggian 830 meter dengan diameter 5 km.

Aktifitas gunung berapi dimulai secara teratur pada bulan Mei sampai bulan Agustus 1883. Pertama kali meletus dari arah puncak Perbuatan yang didahului dengan rangkaian gempa bumi dan pada tanggal 26 dan 27 Agustus 1883 terjadi letusan dahsyat yang terdengar sampai 4500 km dari titik letusan, antara lain di Australia Selatan, Ceylon dan Filipina. Pada waktu itu terjadi ombak pasang yang sangat besar setinggi 40 meter yang menghancurkan 295 desa dengan membawa korban lebih dari 36.000 orang meninggal, khususnya disekitar daerah Selat Sunda, Pantai Teluk Lampung. Material yang dimuntahkannya lebih kurang 18 km kibik, dengan debu yang beterbangan mencapai ketinggian 80 km dari permukaan laut dan mengakibatkan keadaan gelap total selama 22 jam. Akibat dari letusan Pulau gunung Krakatau tersebut, hanya tersisa lebih kurang sepertiganya.

Potensi Wisata

Kepulauan Krakatau mempunyai daya tarik yang unik, baik bagi Wisatawan Nusantara maupun  Mancanegara, khususnya bagi peneliti, karena Pulau ini merupakan laboraturium alam bagi berbagai disiplin ilmu (Geologi, Konservasi, Biologi dan Vulkanologi). Disamping itu, aktifitas Anak Krakatau, sunset pada sore hari merupakan panorama alam yang sangat menarik untuk disaksikan. Gunung Anak Krakatau muncul dari permukaan laut pada tahun 1927 dan sampai dengan bulan Desember 1999 ketinggian Anak Krakatau telah mencapai lebih kurang 400 meter. Ketinggiannya terus bertambah beberapa meter setiap tahun. Selain itu di kepulauan ini dapat di jumpai tempat yang menarik untuk berenang, menyelam dan kegiatan Wisata Bahari lainnya.

 

Pulau Sebesi dan Sebuku

Bagi anda yang ingin mengenal Krakatau lebih dekat, maka Pulau Sebesi adalah tempat yang cocok untuk mengamati aktifitas gunung Anak Krakatau. Pulau Sebesi dengan luas 1600 Ha adalah Pulau yang terdekat dangan anak Krakatau. Pulau ini juga dikenal sebagai tempat Wisata buru, dengan fasilitas yang telah tersedia ; Pesanggrahan dan cottage. Pulau Sebuku terletak diantara Pulau Sebesi dan Canti. Sebuku Lunik dengan pantai yang bersih dan landai sangat cocok untuk berenang atau sekedar santai menikmati panorama laut. Transportasi menuju Pulau Sebesi dan Pulau Sebuku menggunakan kapal motor reguler dari Dermaga Canti dengan waktu tempuh 1,5 jam.

 

Daya Tarik

Setelah letusan tahun 1883 muncul gunung Anak Krakatau tahun 1927 dari kaldera purba Gunung Krakatau yang masih aktif dan terus bertambah tingginya dengan kecepatan 20 inci per bulan. Terdiri dari Pulau Panjang, Sertung dan Rakata, Kepulauan Krakatau mempunyai daya tarik bagi wisatawan, khususnya peneliti sebagai laboraturium alam berbagai disiplin ilmu (Geologi, Konservasi, Biologi, Vulkanologi). Disamping aktifitas Anak Krakatau, saat sunset merupakan panorama alam yang sangat menarik untuk disaksikan. Tidak dibutuhkan keperluan pendakian yang banyak karena hanya tracking ringan di hamparan pasir hitam, cukup gunakan alas kaki ringan dan nyaman. Selain itu di kepulauan ini dapat dijumpai tempat menarik untuk berenang/snorkeling, menyelam dan memancing. Krakatau merupakan Daerah Konservasi Alam, maka untuk masuk kawasan harus mendapatkan SIMAKSI (Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi) terlebih dulu dari BKSDA Lampung.

 

Fasilitas

Bermalam dengan tenda di Pulau Sertung dengan panduan dan izin Petugas Jagawana, CP. Pak Amir 081379373789 (pengawas kawasan Cagar Alam Krakatau sekaligus pengelola kapal kayu disekitar area Pulau Sebesi dan Kepulauan Krakatau). Homestay dan penginapan sederhana tersedia di Pulau Sebesi, pulau berpenghuni terdekat sekitar 1,5 jam perahu motor dari Krakatau, CP. Pak Hayun 081369923312 / 0828 7013 757

Akses

Berangkat dari Terminal Rajabasa/Terminal Panjang (Bandar Lampung) menggunakan Bus jurusan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan (45 menit), dilanjutkan angkutan umum menuju Canti (10 menit). Atau dari Pelabuhan Bakauheni menggunakan Bus/Angkot jurusan Kalianda (45 menit), dilanjutkan angkutan umum menuju Canti.
Dari Dermaga Canti menggunakan kapal motor sewa ke Krakatau, rute ke Pulau Sebesi dapat disewa ke Krakatau untuk maksimal 20 orang. Kisaran harga 3,2 juta rupiah/perahu/trip.
Dibutuhkan 1,5 jam dari Canti ke Pulau Sebesi dan 1,5 jam untuk ke Krakatau. Atau menggunakan kapal reguler yang berlayar hanya 1 kali/hari, pukul 07.00 WIB dari Pulau Sebesi ke Dermaga Canti dan dari Dermaga Canti ke Pulau Sebesi pukul 13.00 WIB.

Write a Review

Click to rate