Pantai Pegadung Gigi Hiu

Posted on July 9, 2018
CategoryPantai
Rating
0.0

 

Namanya cukup umum yakni ‘Batu Layar’, di Pantai Pegadung, Kelumbayan, Tanggamus. Letaknya masih satu kawasan dengan destinasi ternama Teluk Kiluan. Ini adalah surga bagi para fotografer, spot foto yang telah termahsyur dan telah muncul di berbagai majalah. Para fotografer dan wisatawan lebih kenal dengan sebutan ‘Gigi Hiu’ ketimbang Batu Layar. Spot foto yang menjadi primadona tersebut awalnya dikenalkan oleh para fotografer Lampung. Foto-foto mereka kemudian beredar di media sosial dan blog-blog. Cukup membuat penasaran dan banyak orang terutama fotografer terpesona. Hingga akhirnya termpat tersebut mulai ramai dikunjungi terutama oleh para fotografer lanskap nasional, bahkan juga fotografer dari negara lain seperti Singapura dan Malaysia. Menurut seorang fotografer Lampung Budhi Marta Utama, para fotografer di Lampung menamainya Gigi Hiu untuk membedakan ‘Batu Layar’ yang ada di Lampung dengan batu layar lainnya di Indonesia, sehingga tersebutlah Gigi Hiu. Nama yang terbukti cukup menarik perhatian. Ia ceritakan pula, Gigi Hiu merupakan destinasi alternatif bagi wisatawan yang berlibur di Kiluan dan menjadi destinasi utama bagi fotografer. Jika wisatawan biasa menghabiskan waktu 3 jam di Gigi Hiu, para fotografer lanskap biasanya menghabiskan waktu 2-3 hari, baik menginap mendirikan tenda ataupun menginap di rumah penduduk. Menurut Yopie Pangkey fotografer Lampung lainnya, jalan yang terjal menuju lokasi menjadi tantangan tersendiri. “Beauty starts when the road ends. Itu lah sebuah ungkapan yang terkenal di antara fotografer lanskap.” Kutip Yopie, fotografer yang turut mempopulerkan Gigi Hiu lewat blognya. Gigi Hiu adalah barisan karang/batu yang megah dan menjulang membentuk seperti bangunan ataupun tiang-tiang tinggi di pinggir pantai. Tentu saja ini buatan alam ratusan ataupun ribuan tahun. Gerusan angin dan ombak yang membentuknya. Ombak yang cukup deras juga menambah sensasi eksotismenya. Apalagi saat sore tiba, matahari terbenam tepat di belakang karang. Cahaya matahari yang menyelinap masuk dari bilik-bilik dan celah karang akan semakin memukau mata pengunjung. Ditambah suasana mistis namun penuh keindahan serta megah dan kokoh adalah gambaran karang-karang di Gigi Hiu. Keindahannya sulit digambarkan dengan kata-kata. Untuk mencapai Gigi Hiu sebaiknya ditempuh dengan kendaraan roda dua. Bila dari Teluk Kiluan, sekitar 1 jam menggunakan ojek lokal dengan biaya berkisar 150 ribu. Namun, jika dari Kota Bandar Lampung dan memang berniat khusus untuk datang ke Gigi Hiu, lebih baik mengambil arah berlawanan dari Teluk Kiluan. Yakni dengan rute, Bandar Lampung- Hanura-Padang Cermin. Sampai dipertigaan Padang Cermin, bila ingin ke Kiluan biasanya mengambil jalan ke kiri, namun bila ingin langsung ke Gigi Hiu lebih baik langsung ke kanan. Dilanjutkan Padang Cermin-Umbul Kluih-Napal-Pantai-Harapan-Gigi Hiu, atau sekitar 4 jam dari Bandar Lampung. Beberapa kilometer sebelum memasuki spot Gigi Hiu, kita akan menempuh jalan terjal, naik dan turun, namun itu sebuah tantangan dan pengalaman tersendiri.

Write a Review

Click to rate