Taman Nasional Way Kambas

Posted on July 14, 2018
Rating
0.0

Daya Tarik

Taman Nasional Way Kambas merupakan Asean Heritage Park, beberapa spesies yang terancam punah hidup didalamnya seperti badak, gajah, harimau, angsa liar dan buaya. Sebuah pusat pelatihan gajah yang didirikan pada tahun 1985 sebagai sekolah gajah pertama di Indonesia yang kini bernama Pusat Konservasi Gajah. Pertunjukan gajah menampilkan atraksi menarik seperti gajah berjoget, berdiri di tonggak, melangkahi orang, bermain bola dll. Kegiatan yang dapat dilakukan diantaranya safari gajah, foto hunting, naik kereta gajah. Waktu kunjungan terbaik adalah pagi dan sore hari. Camp Way Kanan berlokasi 13,3 km dari Pintu Gerbang (Plang Ijo), daya tarik keragaman flora dan faunanya. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah trekking, menyusuri sungai, berkemah, foto dan pengamatan satwa dengan dipandu petugas. Info lebih lanjut: Balai Besar Taman Nasional Way Kambas Jl. Raya Labuhan Ratu Lama, Labuhan Ratu, Sukadana Lampung Timur.

Fasilitas

Fasilitas Umum

Musholla, toilet, parkir, pesanggrahan, arena atraksi, kios makanan dan cinderamata.

Akomodasi

Pesanggrahan Way Kanan terdapat 4 kamar sederhana, mushola, kantor Jagawana, dapur, perahu dan dan listrik s.d. jam 12 malam bagi pengunjung yang ingin menikmati bermalam dengan suasana hutan. Pastikan untuk booking sebelum mengunjungi Camp Way Kanan.

Satwa Ecolodge

8 Kamar double dengan kamar mandi, sekitar 500 meter sebelum Plang Ijo pintu gerbang TNWK.

Akses

Bakauheni

Angkutan Minibus dari Bakauheni ke Sribawono - Way Jepara – Tridatu (Rajabasa Lama). Dari Tridatu menggunakan ojek menuju Plang Ijo dan Pusat Konservasi Gajah.

Bandar Lampung

Dari Bandar Lampung (Bus Umum) terdapat dua rute : Metro - Pekalongan - Sukadana - Tridatu. Trans Lampung (dari Pool Damri jam 6, 8, 10, 13.30, 16.30 PP.) rute : Metro - Sekampung - Tridatu – langsung masuk Way Kambas.

Bergen

Rute lainnya adalah melalui Bergen - Sribawono - Way Jepara - Way Kambas (melewati perkebunan karet dan lada, Taman Purbakala Pugung Raharjo, dan desa tradisional khas Lampung).

 

Write a Review

Click to rate